 |
| Keripik Tempe |
Keripik Tempe
Salah satu program kerja pada bidang ekonomi di Desa Labuhan Permai yaitu pengolahan kedelai menjadi keripik tempe. Kegiatan dilaksanakan di rumah salah satu warga Desa di RK 3 tepatnya dirumah Bapak Kholis.
 |
| Fermentasi kedelai |
Kegiatan sehari-hari Bapak Kholis yaitu melakukan fermentasi kedelai menjadi tempe lalu dikemas dan dijual di pasaran. kemudian kami mengusulkan sebuah inovasi dengan cara menciptakan keripik tempe dengan bahan baku yang telah ada untuk meningkatkan daya tarik masyarakat konsumen juga meningkatkan perekonomian desa tersebut dengan cara memasarkannya di berbagai warung di dalam desa maupun di luar desa. Pengolahan dari hulu ke hilir ini memakan waktu kurang lebih 4-5 hari.
Proses pengolahan dimulai dari pembelian biji kedelai di pasar dengan harga 10.000/kg. Kemudian kedelai mentah tersebut di rendam selama satu malam. Lalu di keesokan paginya, yaitu hari kedua, kedelai yang telah direndam kemudian direbus, setelah itu direndam kembali selama satu jam selama satu malam hingga hari ketiga. Lalu dilakukan penggilingan pada biji kedelai tersebut. Setelah digiling, biji kedelai dicuci bersih, lalu direbus sampai sekitar pukul 09:00 WIB. Setelah itu, kedelai siap difermentasi dengan dicampur ragi dan tepung tapioka. Hingga tiba malam hari, dilakukan pembungkusan dan keesokan paginya akan berubah menjadi tempe. Sebagian tempe siap untuk di jual di pasaran. Kemudian sebagian tempe lainnya siap untuk diolah menjadi keripik tempe.
 |
| Proses pengirisan tempe |
Pengolahan keripik tempe memakan waktu satu hari. Pertama, dilakukan pengisian pada tempe hingga menjadi lembaran-lembaran tipis. Kemudian diberikan bumbu penyedap yang telah tercampur air dan dilakukan penggorengan. Penggorengan ini memakan waktu 15-20 menit hingga tekstur tempe menjadi mengeras dan garing. kemudian diangkat dan ditiriskan. Lalu dilakukan berulang kali untuk penggorengan-penggorengan selanjutnya. Setelah semua tempe berhasil digoreng dengan sempurna, kemudian dilakukan proses pengemasan
(packaging). Ukuran pengemasan yang dilakukan menyesuaikan harga yang akan dijual di pasaran nantinya. Keripik tersebut dijual di warung-warung terdekat di Desa Labuhan Permai. Harga yang dijual dimulai dari Rp.1000,- Rp.5000, hingga Rp.40.000,-/bungkusnya.
 |
| Proses penggorengan keripik secara tradisional |
Harapannya dengan adanya pembuatan keripik tempe ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perekonomian di dalam desa maupun di luar desa tersebut, serta menghasilkan keuntungan yang dapat menunjang perekonomian masyarakat itu sendiri.
(by: Tsuraya Khairunnisa)
0 komentar:
Posting Komentar